Kesalahan Umum Menggunakan ChatGPT untuk Bisnis & Freelancer
ChatGPT kini jadi “senjata” baru bagi banyak freelancer dan pelaku UMKM di Indonesia. Dengan bantuan AI, pekerjaan seperti menulis caption Instagram, menyusun proposal, membuat ide konten, sampai merancang strategi promosi bisa selesai jauh lebih cepat.
Namun, tidak sedikit orang yang justru kecewa karena hasilnya terasa biasa saja. Konten terlihat kaku, kurang relevan, atau tidak nyambung dengan karakter bisnis. Penyebabnya sering kali bukan karena ChatGPT-nya kurang bagus, tetapi karena cara penggunaannya masih keliru.



